Ulasan Pelanggan
Lihat apa kata pelanggan kami tentang pengalaman mereka bersama kami.
476 ulasan
Amanda Diyah
Bagus viewnya
Banyumas Alamku
Kurang maksimal pengelolaannya
Bu Nafsiyah
ondah
Prazecore
Bagus buat foto foto
zaen nur
Sukma Restri D
Satu lagi tempat wisata baru yang belum lama ini menjadi salah satu tempat favorit, Watu Meja – Bukit Badar, desa Tumiyang Kecamatan Kebasen – Banyumas. Ya tempat ini sedang menjadi trending setelah sebelumnya ada Curug Telu yang berada di Karangsalam Baturraden. Watu Meja ini berada di atas perbukitan di sepanjang jalan pintas Patikraja – Sampang melalui jembatan lama. Akses masuk dari jalan besar hanya bisa untuk sepeda motor sampai sebelum jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Dari jalan besar ada beberapa akses yang sudah ada tanda spanduk dan beberapa penjaga sekaligus tukang parkir. Untuk masuk ke lokasi Watu Meja saat ini masih seikhlas pengunjung dan tidak tidak dipatok besaran minimalnya. Kami masuk melalui gerbang paling utara (Tumiyang). Dan untuk ke lokasi ada 2 opsi, akses jalan ekstrim atau jalur biasa yang sedikit memutar lebih jauh. Jalur extreem memang jaraknya lebih dekat namun kondisi jalannya cukup terjal dan tidak ada pagar pengaman / pegangan samasekali. Lihat saja foto atau video youtubenya dibawah.
Nik Ar
Indahhh
Tri maulidiyanti Panusupan
Supangat Masyiatulloh
Keren
YenInside Flowers
Asiikk
Kartika Rini
Sebuah ketidaksengajaan sampai ketempat ini, dan sungguh sebuah keanehan ketika aku yg jadi navigatornya sekarang 😂😂 Ada 2 jalan yg bisa d lewatin buat sampe Watu Meja, jalan kaki yang penuh perjuangan ato naik motor dg jarak tempuh (yg katanya) lebih jauh. Kita pilih yg jalan kaki, karena g tau kalo ada jalan yg bisa d lalui motor 🤣 Oke, setelah parkir motor d depan rumah warga, dan bayar seikhlasnya, kita naik dg jalan kaki. Tips Penting: bawa bekel air minum, pake sendal jepit guys, biar nyaman. Trus jangan dateng pas abis ujan, jalannya masih tanah merah. Dan bawa lotion nyamuk, nyamuknya banyak! Ya gimana, kebon semua itu yg kita lewatin 🤣 Perjalanan makan waktu kurang lebih 15-20 menit dg medan nanjak d awal dan tanah yg khas kebon penduduk (sendal jepit sampe jadi berat gegara tanah yg nempel). Petunjuk arah minim, yah pake insting aja pokoknya. Kalo udah masuk banyak pohon pinus milik perhutani, selamat kalian sudah hampir sampe tujuan, dan mendonorkan sedikit darah buat mahluk lain yg membutuhkan (abaikan yg trakhir). Pemandangan cukup oke, pemandangan sebelah kanan (kalo pas cerah) kalian bisa liat mbah Slamet yg gagah sekaligus keren sebagai latar belakang dg sungai Serayu yg berkelok-kelok (coklat, karena lagi musin ujan😆). Sebelah kiri jembatan kereta Kebasen, dan ngeliat sekecil itu keretanya, merasa, wow, kita setinggi ini ternyata 😨 Harga tiket: Rp 6000 rupiah Ada banyak warung d sekitar situ, harga masi wajar. Kunjungan balik: bisa2 aja, kalo ada yg butuh navigator kesana, tapi bukan buat tempat mlipir, panas kalo siang, dan butuh perjuangan ekstra buat sampe sana, belum lagi nyamuk, hahah
ali mustofa
Buat duduk"
Tulis Review di Aplikasi
Untuk menulis review, silakan gunakan aplikasi CilacapConnect. Download gratis!